keamanan
06 Oct 2025
RS Djuansih Gelar Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran serta Bencana Alam
Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan dan keselamatan seluruh civitas rumah sakit, Rumah Sakit Djuansih mengadakan kegiatan Sosialisasi dan Simulasi Penanggulangan Kebakaran serta Bencana Alam, yang dilaksanakan di area rumah sakit.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan kepada seluruh karyawan, tenaga medis, serta petugas keamanan mengenai langkah-langkah cepat dan tepat dalam menghadapi kondisi darurat seperti kebakaran, gempa bumi, maupun bencana lainnya yang berpotensi terjadi di lingkungan rumah sakit.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang tindakan pencegahan kebakaran, cara penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), prosedur evakuasi pasien dan pengunjung, serta penanganan awal terhadap korban.
Simulasi dilakukan secara langsung agar seluruh peserta dapat mempraktikkan prosedur tanggap darurat sesuai dengan standar keselamatan rumah sakit dan regulasi Kementerian Kesehatan.
Acara ini bekerja sama dengan [sebutkan instansi, misalnya: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Daerah / BPBD setempat], yang turut memberikan arahan teknis serta bimbingan lapangan kepada peserta.
Dengan terselenggaranya sosialisasi dan simulasi ini, RS Djuansih berkomitmen untuk terus meningkatkan budaya keselamatan (safety culture) dan memperkuat sistem manajemen bencana rumah sakit, agar siap menghadapi segala kemungkinan secara cepat, efektif, dan terkoordinasi.
Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pelatihan kepada seluruh karyawan, tenaga medis, serta petugas keamanan mengenai langkah-langkah cepat dan tepat dalam menghadapi kondisi darurat seperti kebakaran, gempa bumi, maupun bencana lainnya yang berpotensi terjadi di lingkungan rumah sakit.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan materi tentang tindakan pencegahan kebakaran, cara penggunaan alat pemadam api ringan (APAR), prosedur evakuasi pasien dan pengunjung, serta penanganan awal terhadap korban.
Simulasi dilakukan secara langsung agar seluruh peserta dapat mempraktikkan prosedur tanggap darurat sesuai dengan standar keselamatan rumah sakit dan regulasi Kementerian Kesehatan.
Acara ini bekerja sama dengan [sebutkan instansi, misalnya: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Daerah / BPBD setempat], yang turut memberikan arahan teknis serta bimbingan lapangan kepada peserta.
Dengan terselenggaranya sosialisasi dan simulasi ini, RS Djuansih berkomitmen untuk terus meningkatkan budaya keselamatan (safety culture) dan memperkuat sistem manajemen bencana rumah sakit, agar siap menghadapi segala kemungkinan secara cepat, efektif, dan terkoordinasi.